World Interfaith Harmony Week

Agama, Berita Kampus, Pendidikan

Menyatukan Keberagaman dalam Pesan Damai

Young Interfaith Peace Maker Community Indonesia adalah sebuah komunitas yang terdiri dari dua agama yang berbeda, yaitu Islam dan Kristen yang berdasarkan pada dokumen A Common Word. Komunitas ini bergerak untuk menyuarakan perdamaian dari banyaknya perbedaan dan latar belakang masing-masing individu. Pada minggu pertama tanggal 02-07 Februari, Young Interfaith Peace Maker Community Indonesia (YIPCI), yang di wakili 10 mahasiswa Muslim dan 10 Mahasiswa Kristen dari berbagai Universitas di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung dan Semarang, merayakan World Interfaith Harmony Week (WIHW), yang di promosikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang di laksanakan di Malaysia dan Singapore.
Selama dua hari, anggota YIPCI merayakan WIHW di Kuala Lumpur, Malaysia. Hari pertama, peserta YIPCI melakukan dialog A Common Word dengan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Malaysia. Dan hari kedua bersama mahasiswa Malaysia jurusan perbandingan agama di International Islamic University of Malaysia (IIUM). Dimasing-masing tempat di isi dengan dialog dan mepraktikkan scriptural reasoning, yakni dialog yang dilakukan dalam group kecil, diambil dari dua teks kitab suci yang berbeda. Yaitu Kitab Suci Al-Qur’an dari Islam dan Al-Kitab dari Kristen.
Peserta YIPCI sempat mengunjungi perayaan para pengikut agama Hindu, yaitu perayaan Thaipusam, Batu Caves di Kuala Lumpur. Dalam rangka harmony week, maka peserta dari YIPCI melakukan peace action dengan mewawancarai umat Hindu yang sedang merayakan Thaipusam, sekaligus mengampanyekan pesan damai kepada seluruh umat Hindu. Mengajak bersama untuk saling menghormati dan memahami agama lain.
Hari berikutnya, peserta WIHW melanjutkan perjalanan menuju Singapore, untuk melakukan hal yang sama. Merayakan WIHW dengan pelajar Indonesia yang belajar di Singapore, juga mahasiswa Singapore di IRO- Inter Religious Organization Singapore, National University of Singapore, kemudian pada penutupnya, peserta WIHW melakukan presentasi tentang mencintai Allah, mencintai sesama dalam prespektif Muslim dan Kristen di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapore.
Dalam setiap dialog yang dilakukan di masing-masing tempat mendapatkan sambutan yang hangat, serta antusias dari peserta. Baik peserta dari Indonesia, maupun mahasiswa yang ada di Malaysia dan Singapore. Beberapa mahasiswa dari Malaysia dan Singapore merespon positif kegiatan dialog antar agama ini. Karena hal ini terbilang baru bagi mereka, dan memiliki dampak positif dalam merealisasikan perdamaian di dunia.
Tidak hanya melakukan dialog keagamaan. Peserta WIHW juga melakukan peace action, yaitu dengan cara menyebarkan sticker, bookmark, juga postcard yang bertuliskan World Interfaith Harmony Week, dan pesan perdamaian kepada warga yang tinggal di Malaysia dan Singapore. Melakukan wawancara sekaligus menyebar luaskan informasi mengenai World Interfaith Harmony Week.
Berkunjung ke berbagai macam tempat ibadah merupakan kegiatan penting dalam agenda WIHW ini. Untuk memberikan pengetahuan tentang keberagaman tempat ibadah yang ada di Singapore. Antara lain di Harmony Center, Kuil Kuan In, Kuil Khrisna, Sinagouge, Majlis Ugama Islam Singapore, dan Gereja St. Cathedral.
YIPCI merayakan WIHW di Malayasia dan Singapore bertujuan untuk menyebar luaskan pesan damai dan memberikan informasi terkait WIHW yang dipromosikan oleh PBB. Sehingga pada tiap minggu pertama bulan februari, seluruh umat bergama di dunia bisa merayakan World Interfaith Harmony Week di Negara masing-masing. Menebar cinta kasih dan damai kepada siapapun tanpa melihat latar belakang agama.
Young Interfaith Peace Maker Community Indonesia digerakkan oleh pemuda Indonesia dari berbagai kota besar. Bergerak aktif menyuarakan dan menyebarkan 12 nilai perdamaian kepada siapapun. Untuk mewujudkan dunia yang damai, penuh cinta kasih tanpa membedakan agama ataupun latar belakang. Mewujudkan perdamaian dengan rasa kasih dan toleransi. Salam Peace Shalom!
*Anifatul Jannah, Peserta World Interfaith Harmony Week, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikas UIN Sunan Ampel Surabaya. Anggota Young Interfaith Peace Maker Community Indonesia

Comments

comments

Leave a Reply