Upgrading Motivation; Alam Mampu Eratkan Pengurus Solidaritas

Kegiatan Organisasi

Solidaritas-uinsa.org— Sabtu (4/3) di jalan aspal panjang nan berliku, rombongan pengurus LPM Solidaritas UIN Sunan Ampel Surabaya mengendarai bus menuju tempat Upgrading Motivation yang berlokasi di Kota Batu, Pujon, Jawa Timur. Perjalanan yang cukup panjang itu tak terasa saat gelak tawa, canda, dan nyanyian mewarnai perjalanan. Rasa tidak sabar pun semakin menggebu dalam setiap jiwa anggota rombongan untuk segera sampai di lokasi.

Bertolak pukul 06.30 dari gerbang UINSA, akhirnya perjalanan panjang pun terbayar, tepat pukul 09.00 rombongan tiba di lokasi. Seluruh rombongan pengurus turun dan bergegas untuk makan bersama. Perut terisi semangat pun kembali lagi, seluruh rombongan ganti baju guna memulai agenda pertama dalam upgrading motivation, outbond. Tujuan diadakan upgrading motivation adalah untuk merekatkan hubungan pengurus LPM Solidaritas, sekaligus mencari rasa damai dari aktivitas kampus. Acara tersebut dibuka oleh panitia dan para pengurus dibagi 4 kelompok dengan nama yang berbeda; ayam, kucing, anjing, dan jangkrik untuk bermain game. Game tersebut bukan sembarang game, pengurus LPM Solidaritas belajar tentang kekompakan dan kekeluargaan.

Pengurus LPM solidaritas merasakan rasa kekeluargaan yang sangat erat. Tanpa disadari ada rasa gembira yang menggelayut sepanjang permainan yang dipenuhi balutan lipstik sebagai hukuman bagi yang kalah. Senyuman yang mengembang di bibir masing-masing peserta menandakan rasa gembira tak terkira dalam sanubarinya. Bahkan, tertawa terbahak-bahak pun menghiasi bibir para pengurus LPM Solidaritas. Sungguh bahagia, seakan-akan tanpa ada beban yang dipikul. Kesedihan dan tangis hilang begitu saja bagai matahari yang menyinari bumi pasca guyuran hujan.

Permainan telah usai, para pengurus LPM Solidaritas menikmati keindahan alam sekitar. Tak henti-hetinya pengurus LPM Solidaritas berdecak kagum atas keindahan panoramanya, lebih indah dari yang disaksikan di media-media. Pesona keindahannya berupa pemandangan hijau yang membentuk sebuah tebing dan pepohonan yang sangat menawan, memberikan kesejukan dan rasa damai di hati. Tak lupa Pengurus LPM Solidaritas mendokumentasikan pemandangan indah nan permai dalam foto dan video, sebagai bukti kebersamaan yang akan selalu dikenang. Tak hanya pengurus LPM Solidaritas, para pengunjung yang lain pun juga berfoto dengan alam sekitar di kawasan Dancok Cafe.

Tanpa terasa jarum jam menunjukkan pukul 12.00, para pengurus LPM Solidaritas bergegas mengambil air wudhu untuk shalat berjamaah di musala sekitar taman tersebut. Alam sekitar menjadi saksi bisu saat mereka shalat. Angin menari-nari, daun berguguran pun menemani mereka, seakan menyambut panggilan Tuhan untuk menunaikan kewajiban sehari-hari.

Usai shalat, pengurus LPM Solidaritas berkumpul untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Coban Rondo. Dengan semangat dan gembira seluruh pengurus bergegas ke bus. Jalan menuju Coban Rondo tidak selebar jalan di Surabaya, berkelok-kelok dan cukup terjal, namun keindahan panoramanya luar biasa dan sedikit mengalihkan perhatian pengurus. Hingga akhirnya tibalah rombongan di sebuah tempat teduh, sejuk, dan penuh dengan pengunjung. Konon air terjun (dalam Bahasa Jawa, Coban) ini memiliki legenda sebagai tempat persembunyian Dewi Anjarwati kala harus menunggu nasib sang suami, Raden Baron Kusuma, yang tengah mempertahankan dirinya dari rebutan Joko Lelono. Namun perjuangan sang Raden tidak lama, sebab ia dan Joko Lelono sama-sama gugur, dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam Bahasa Jawa, Rondo).

Dikarenakan akses menuju air terjun harus ditempuh dengan berjalan kaki, akhirnya bus parkir sekitar 100 meter dari lokasi. Keindahan coban rondo pun disaksikan dengan mata telanjang oleh seluruh pengurus. Curahan air terjunnya yang indah dipandang dan menyejukkan hati menebarkan kesejukan. Dengan seksama dan lantang seluruh pengurus menyanyikan Mars Solidaritas di bawah curahan air terjun, sampai baju para pengurus basah. Banyak orang-orang terkesima melihat seluruh pengurus bernyayi, sejenak perhatian tertuju pada mereka. Keindahan panorama dan kesejukan yang damai membuat seluruh pengurus dan para pengunjung lain enggan dan berat meninggalkan Coban Rondo.

Jarum jam menunjukkan pukul 15.00, pengurus LPM Solidaritas bergegas untuk shalat. Seusai shalat makan bersama di warung sekitar Coban Rondo. Senyuman merekah terlihat di bibir mereka. Sembari menyantap makan siang canda tawa terselip menambah kehangatan hubungan yang sudah layaknya keluarga. Usai makan, bus dan awaknya sudah menunggu untuk mengantarkan ke tempat tujuan selanjutnya.

Tujuan akhir adalah mampir ke alun-alun Batu. Sampai di lokasi, seluruh pengurus turun dan menikmati suasana alun-alun Batu. Banyak anak-anak, remaja maupun orang tua datang ke alun-alun yang terletak di tengah kota Batu. Tak terasa azan pun berkumandang, seluruh pengurus menunaikan shalat Maghrib di masjid depan alun-alun. Setelah shalat, keindahan Batu yang memanjakan pengunjung menjadi pilihan utama menghabiskan separuh malam Minggu. Bianglala yang terlihat dari kejauhan dengan panorama kerlap-kerlip lampunya tak luput dari incaran pengunjung, begitu juga sebagian pengurus Solidaritas. Puluhan orang rela antri demi menikmati indahnya kota Batu dari atas, biaya yang dibutuhkan juga tergolong murah, hanya 5.000 rupiah pengunjung sudah bisa berputar di atas udara.

Setelah menikmati suasana alun-alun Batu. Seluruh pengurus bergegas ke bus untuk pulang. Tepat pukul 22.30 bus yang mereka kendarai sampai di depan kampus tercinta UIN Sunan Ampel. Perjalanan sehari di kota Batu mampu membuat bahagia seluruh pengurus dan menambah rasa kekeluargaan. (was)

 

Comments

comments

Leave a Reply