UINSA Sukses Selenggarakan AIUA Ke-5

Berita Kampus

UIN Sunan Ampel (UINSA) sukses menjadi tuan rumah pertemuan kelima Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang dihelat pada tanggal 12-14 Juli 2017. Dihadiri oleh para rektor dan perwakilan seluruh universitas Islam di Asia, pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas universitas Islam dan mengambil peran dalam menyelesaikan isu internasional melalui pendekatan islami.

Ditemui Solidaritas di Konferensi Internasional di hari ketiga (13/5), Abd. A’la selaku Rektor UINSA mengungkapkan betapa pentingnya peran universitas untuk memasukkan nilai-nilai agama dalam materi perkuliahan. “Makanya menjadi penting universitas supaya ada dialog antara ilmu-ilmu agama dan umum jadi pendekatannya sosiologis. Tidak bisa dimaknai secara tekstual saja,” ungkapnya.

Konferensi Internasional yang mengusung tema “International Conference on The Role of Islamic Universities Against Violence and Terorism” itu dihadiri oleh para rektor dan perwakilan dari universitas Islam di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Azyumardi Azra dari UIN Syarif Hidayatullah membuka materi dalam konferensi ini. Menurutnya, untuk melindungi pendidikan Islam, universitas Islam harus memperkuat wassathiyyah Islam yakni Islam yang komprehensif, akomodatif, dan toleran. Universitas juga harus melindungi institusi dan fasilitas dari penyusupan ideologi-ideologi radikal.

Abd. A’la yang juga menjadi pembicara, dalam materinya menyampaikan solusi untuk mengatasi radikalisme dan kekerasan yakni dengan menjadikan Islam Nusantara sebagai referensi bagi universitas Islam. UINSA sendiri sudah menerapkan kurikulum yang memasukkan nilai islami didalamnya. “Ya, ada. Seperti civic education bagaimana dialog antara agama dan pancasila dan sebagainya itu sudah kami kembangkan,” jelasnya.

Dalam sesi ketiga, materi disampaikan oleh Rektor UniversitasMalaysia. Ia menceritakan tentang bagaimana perjuangan Malaysia untuk mencapai kemerdekaan. Berdasarkan sejarah, ia menyimpulkan bahwa solusi untuk membuat negara maju adalah ekonomi dan pendidikan. “Pesan saya hanya satu, jangan miskin dan jangan buta huruf,” serunya yang lantas disambut dengan tepuk tangan meriah para peserta konferensi.

Konferensi lantas ditutup oleh materi dari Wakil Rektor III, Ali Mufrodi, yang mengisahkan awal mula masuknya Islam ke Indonesia menggunakan bahasa arab.Dengan menjadi tuan rumah di pertemuan ini, Abd. A’la berharap dapat mewujudkan UINSA menjadi World Class University.(Aul)

Comments

comments

Leave a Reply