UINSA Mengaji Indonesia Resmi Launching

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org—Rabu malam (30/8), UINSA Mengaji Indonesia resmi di-launching oleh Rektor UIN Sunan Ampel, Prof. Abd. A’la. Launching yang dilaksanakan di depan Gedung Twin Tower tersebut juga disaksikan oleh dua narasumber, sivitas akademika UINSA, Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Provinsi Jawa Timur, dan beberapa pimpinan pondok pesantren.

Narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. (HC). KH. Ma’ruf Amin dan D. Zawawi Imron. Pasalnya, Habib Anis Sholeh Ba’asyin, budayawan yang juga diundang sebagai narasumber pada acara tersebut berhalangan hadir karena kondisi kesehatannya kurang baik. Prof. Abd. A’la sendiri dalam sambutannya, meminta kedua narasumber yang hadir untuk memberikan penjelasan dan pencerahan bagaimana sebenarnya cara mencintai Indonesia.

Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), memaparkan Indonesia dari sudut pandang Islam. Ia menegaskan kembali perkataan para kiai saat terjadi perkalutan, harus memilih Pancasila atau Islam. “Pancasila sebagai dasar Negara, Islam sebagai agama. Tidak ada pertentangan antara Pancasila dan Islam,” tegasnya. Ia juga menyinggung adanya konflik yang kerap kali terjadi di Indonesia. “Konflik kebangsaan bisa diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan, salah satunya majelis zikir,” imbuhnya.

Sedangkan Zawawi Imron melakukan orasi budaya, menjelaskan Indonesia perspektif budaya. Di sela-sela orasinya, ia meyampaikan, “Bumi Indonesia adalah ladang kreatif untuk berbuat baik bagi bangsa dan tanah air.”

Rektor yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatannya, Prof. Abd. A’la, berharap dengan UINSA Mengaji Indonesia, Jawa Timur bisa menjadi simpul peradaban bagi Indonesia. Ia juga mengatakan, “Bukan mustahil, melalui UINSA Mengaji Indonesia, Jawa Timur menjadi simpul peradaban dari Indonesia untuk dunia.”

Zumrotul Mukaffah, mewakili ketua panitia menyampaikan, nantinya UINSA Mengaji Indonesia akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Pihaknya juga mengakui adanya kekurangan pada acara tersebut, seperti keterbatasan tempat yang disediakan panitia. Namun Suaebah, mahasiswa semester 5 Pengembangan Masyarakat Islam mengaku UINSA Mengaji Indonesia menambah wawasannya tentang Indonesia. “Luar biasa! Suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya, bisa bertemu dengan Ketua MUI dan sosok budayawan seperti D. Zawawi Imron tadi,” pungkas mahasiswa asal Sulawesi Selatan tersebut. (NN)

Comments

comments

Leave a Reply