Tidak ada Dana, KKN Internasional Gelombang 2 urung di Thailand

Berita Kampus

Solidaritas- Maret 2017 silam, International Office(IO) UIN Sunan Ampel Surabaya melaksanakan seleksi KKN Internasional ke Thailand. Setelah melalui tahap seleksi berkas, wawancara dan psikologi  terpilihlah 10 peserta dari 105 peserta yang mendaftar. Lima  peserta  dengan poin tertinggi sudah berangkat pada pertengahan Mei lalu, sedangkan lima  lainnya merupakan peserta cadangan yang harusnya  berangkat pada November nanti.

Ketika peserta KKN internasional gelombang pertama sudah akan kembali ke tanah air pada awal Oktober.  Berbeda dengan peserta KKN gelombang ke dua yang harus memupuskan mimpinya untuk terbang ke negeri gajah. Pasalnya setelah peserta telah memenuhi semua persyaratan, KKN Thailand gelombang dua  dibatalkan karena ketidakadanya dana.

Pihak IO melakukan pertemuan dengan 5 peserta cadangan dan menawarkan untuk KKN di Malaysia. “Pada awalnya kami ditawari untuk KKN di Malaysia, namun pada saat itu saya belum tau kalau KKN Thailand untuk gelombang ke dua dibatalkan”, ucap Malik salah satu peserta KKN gelombang 2.

Setelahnya  staf IO mengadakan pertemuan kembali dengan peserta dan menjelaskan alasan mengapa KKN Thailand diganti menjadi KKN Malaysia. Tidak adanya anggaran dana menjadi penyebab utama.

KKN Thailand gelombang dua dijadwalkan pada bulan  November 2017 dan berakhir pada bulan Februari 2018, namun karena penutupan anggaran dana tahun 2017 berakhir pada bulan Desember,  tidak memungkinkan untuk memberangkatkan KKN Thailand yang berlangsung selama 4 bulan. Apabila tetap dipaksakan untuk berangkat, maka memotong anggaran 2017 dan 2018 serta menyulitkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2017.

“Untuk peserta gelombang ke dua, kami tawarkan untuk berangkat KKN di Malaysia sebagai ganti atas ketidakjelasan KKN di Thailand. Namun bukan lagi 4 bulan seperti waktu yang telah ditetapkan untuk KKN Thailand, hanya 2 minggu untuk KKN Malaysia, ” jelas Devita, salah satu staf IO.

Beberapa peserta mengaku cukup puas atas keputusan tersebut meski tidak jadi ke Thailand. Seperti yang diungkapkan oleh Amir, mahasiswa Hukum Pidana Islam(HPI), salah satu peserta KKN Malaysia, “Alhamdulillah, mau berangkat ke Thailand atau ke Malaysia pasti masing- masing ada manfaatnya, disyukuri saja,” ujarnya.

Sedangkan peserta lainnya merasa kecewa dan dirugikan, “Lha gimana loh? Wong mereka(staf IO, Red)  bilangnya November pasti berangkat kok. Terus akhirnya kuputuskan skripsiku neliti di sana, udah buat proposal, uda jadi, tinggal instrumennya aja. Eh, dibatalin berangkatnya, ya aku tolak toh, aku uda terlanjur mau ngajuin skripsi di sana, mending diusahakan dulu,” tutur Malik.

Terlepas dari beberapa polemik yang dihadapi peserta maupun pengelola program KKN Internasional. “Semoga masalah ini cepat terselesailan dan KKN Internasional ini membawa manfaat bagi semua kalangan terlebih untuk UIN Sunan Ampel Surabaya.” Ungkap Amir, salah satu peserta yang gagal berangkat. (Rna/elv)

Comments

comments

One thought on “Tidak ada Dana, KKN Internasional Gelombang 2 urung di Thailand

Leave a Reply