Terlalu Singkat, Durasi Pengenalan UKM Jadi Evaluasi

Berita Kampus, CORET, Liputan Khusus

Solidaritas-uinsa.orgSebanyak 427 mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UINSA Surabaya mengikuti kegiatan PKK-MB hari kedua (29/8) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Kegiatan pertama berlangsung dengan materi “DEMA Punya Nama” yang memiliki submateri Pengenalan Struktur, Tata Kelola dan Program DEMA & MUSEMA UINSA. Disusul Show of Force Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau jalan-jalan UKM di UINSA, materi pertama ini berdurasi 150 menit, dibagi untuk 14 UKM yang ada di UINSA Surabaya.

Masing-masing UKM mendapatkan jatah waktu 10 menit yang bagi sebagian UKM dirasa masih kurang untuk mengenalkan UKM-nya, “Agak kecewa, apalagi tahun ini show of force yang ada penampilannya dilakukan di setiap fakultas, jadi butuh waktu untuk jalan menuju ke fakultas lain, untuk show lagi,” keluh Adelia, anggota UKM Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Para perwakilan UKM hanya mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan pengantar pengenalan UKM saja, tidak bisa menjelaskan detail struktur keseluruhan dari setiap UKM tersebut, “Dari pihak DEMA sendiri merasa waktu yang disediakan sangat kurang. Bahkan tidak efisien untuk menjelaskan keseluruhan struktur. Padahal kami sangat mengharapkan setiap mahasiswa bisa antusias dan ingin berpartisipasi mencalonkan dirinya untuk menjadi anggota kami di tahun berikutnya. Seandainya ada waktu lebih, mungkin kami bisa melakukan pengenalan dan sesi tanya jawab lebih mendalam dan luas oleh para mahasiswa. Saya berharap akan ada perubahan di tahun berikutnya.” Ungkap M. Mahmud Qudlori, mahasiswa prodi KPI yang menjabat Wakil Ketua DEMA UINSA.

Perihal durasi 150 menit yang telah disediakan pihak panitia Ali Mufrodi, Ketua panitia PKK-MB 2017 mengatakan, “Sebenarnya hari ini (29/8) kami khususkan untuk pengenalan saja. Tadi saya keliling ke semua fakultas, kebetulan di Fakultas Adab dan Humaniora ketika penampilan Menwa dan Pramuka waktunya cukup. Akan tetapi bisa lebih efektif jika yang mempresentasikan langsung pengenalan 3 UKM. Misalnya 3 UKM seperti solidaritas, Menwa (Resimen Mahasiswa, Red) dan Pramuka bekerjasama untuk memperkenalkan UKMnya. Mungkin ini bisa menjadi evaluasi untuk lebih baik lagi di tahun depan. Sehingga tidak ada UKM yang merasa kecewa dengan minimnya durasi yang telah disediakan,” ungkapnya saat ditemui Solidaritas di kantornya.

Begitu juga yang dirasakan Arsyta, mahasiswa prodi Sastra Inggris, ketika ditanya tentang sejauh mana dia mengenal UKM yang telah dikenalkan. “Saya lumayan paham, kalau yang presentasinya bagus, paham.” (nes/rul)

Comments

comments

Leave a Reply