Tere Liye Beri Motivasi Peserta Seminar Inspiratif

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org – English Department Student Association (EDSA) Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) UINSA Surabaya menghadirkan Tere Liye dalam seminar inspiratif bertema “Young Writer: Journey For The Better Alteration” pada hari Senin (30/6). Memakai kaos lengan panjang, penulis yang akrab disapa Bang Tere Liye tersebut memberikan pencerahan seputar dunia literasi. Ketika ditanya tentang motivasi menulis, penulis dengan novel terbaru “Hujan” tersebut memberikan jawaban dengan sebuah cerita tentang tiga makhluk; penyu, burung pipit, dan sebatang pohon kelapa. Menurutnya motivasi menulis harus tulus. “Bisa dilihat banyak penulis yang menghilang setelah menulis satu-dua buku. Itu mungkin karena motivasi menulisnya kurang tulus,” ujarnya di hadapan para peserta.

Selain itu, penulis yang sering memberikan tips menulis 1000 kata perhari tersebut juga menyampaikan bahwa semua orang bisa menulis dari aktivitas sehari-hari. Ia bercerita bagaimana temannya yang hanya hobi menonton bola, bisa menjadi kontributor di sebuah majalah bola berkat kebiasaan menulis hasil dan jalannya pertandingan setelah nonton bola. Menulis menurutnya tidak sulit, tinggal buka laptop dan mulai menulis. “Musuh pertama dalam menulis adalah diri kita sendiri, kita sering berkata ‘ih, tulisanku jelek’. Musuh yang kedua orang lain,” tambahnya sambil bercerita pengalaman pribadinya ditolak dua penerbit.

Seminar ini merupakan puncak rangkaian acara English Literature Festival (ELF) yang berisi dua kegiatan, lomba esai nasional dan seminar. Untuk persiapannya memakan waktu tiga bulan, mulai dari persiapan buka stan pendaftaran selama dua bulan, narasumber dan sebagainya. Seperti yang diungkapan Adha Pambudi, ketua EDSA. “Tetapi persiapan tersebut tidak menghalangi para panitia untuk menyukseskan acara tersebut karena para panitia sendiri memiliki tujuan menumbuhkembangkan kebiasaan menulis mahasiswa. Seperti yang dikatakan Tere Liye siapa yang ingin menulis harus membaca. Untuk menumbuhkan keinginan membaca kemudian kita mengadakan seminar ini guna tujuan mengembangkan dari membaca menjadi kebiasaan menulis,” pungkasnya.

Pengumuman Lomba

Sesi pemotretan dan penyerahan hadiah oleh panitia kepada Juara 1 dan 2 Lomba Esai
Sesi pemotretan dan penyerahan hadiah oleh panitia kepada Juara 1 dan 2 Lomba Esai

Sementara itu, di hari yang sama panitia juga mengumumkan lomba esai nasional yang telah dihelat sejak 11 Maret lalu. Dari 5 finalis hanya 2 orang yang diambil menjadi juara. Juara 1 diraih oleh Khana, mahasiswa UINSA Fakultas Adab dan Humaniora prodi sastra Inggris semester 4, dan juara 2 diraih oleh mahasiswa UNAIR. Bagi Khana prestasi ini sangat berkesan, “Pengalaman pertama lomba esai dan alhamdulillah juara 1, semoga ada lomba-lomba lagi yang bisa saya ikuti dan mendapatkan hasil yang memuaskan juga”. Khana juga berbagi tips, “Apapun yang menarik untuk kita, bisa ditulis tergantung mau nulis atau tidak,” pungkasnya. (iva)

 

Comments

comments

Leave a Reply