Tema Multitafsir PKK-MB SAINTEK 2017

Berita Kampus, CORET, Liputan Khusus

Solidaritas-uinsa.org-Tema kegiatan PKK-MB Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) 2017 membuat peserta penasaran (29/08). Kegiatan yang bertema “Berhala Globalisasi; Urgensi Nilai Agama dalam Dunia Sainstis” tersebut sedikit menyentil mata, karena terkesan berat dan menarik.

Tema tersebut merupakan usulan dari pihak Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Saintek. “Saya dari awal masuk sudah tertarik dengan kalimat yang tertulis di banner itu, dan bertanya-tanya apa maksud dari kalimat tersebut,” ungkap Nadia salah satu peserta PKK-MB Prodi Teknik Arsitektur.

Tema tersebut sangat menarik, terbukti banyak mahasiswa yang penasaran, “Pertama aku lihat, aku kepo campur aneh,” papar Dwi peserta PKK-MB Prodi Ilmu Kelautan. Sayangnya, tema yang tersebut tidak disinggung sama sekali sejak awal hingga akhir kegiatan. “Mungkin mereka lupa kali ya, karena sibuk,” tambah Dwi.

Senada dengan Dwi, Feryan Eko peserta PKK-MB pun penasaran dengan maksud tema kegiatan yang diusung dalam PKK-MB 2017 ini, “Iya saya pertama masuk udah lihat, lo kok berhala globalisasi? Berhala kan mengandung arti negatif.” Mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur itupun menuturkan, bahwa dari pihak panitia sama sekali tidak ada yang  menyinggung tentang tema tersebut. “Kita jangan mau diperbudak globalisasi,” tambahnya menyimpulkan arti dari tema kegiatan.

“Mengenai tema tersebut, penggunaan teknologi harus diintegrasikan dengan agama agar tidak menjadi berhala globalisasi,” jelas M. Adhi selaku Ketua DEMA Saintek menjelaskan maksud dari tema yang diangkat untuk PKK-MB kepada kru Solidaritas. Pengambilan tema tersebut telah dipertimbangkan dengan matang oleh pihak DEMA. “Kita membuat tema tersebutkan perlu banyak pertimbangan, karena ini penting, bagi saya tema adalah doa atau harapan, karena dalam acara selalu ada goal-nya,” tambah M. Adhi.

Di luar dari simpang siur tentang maksud dari tema, acara PKK-MB berjalan dengan lancar dan kondusif. Panitia melaksanakan acara PKK-MB, sesuai dengan SK  Rektor UINSA. Menariknya, panitia menyediakan photo booth di depan aula, agar peserta PKK-MB mempunyai kesan untuk acara ini. “Ini bagi saya sesuatu yang baru, nggak biasa kayak gini,” komentar Mujibur Rahman peserta PKK-MB Prodi Matematika. “Photo booth ini menarik dan juga bisa buat kenangan,” tambah Rizqi Aldiyanto. (zmr/jhn)

Comments

comments

Leave a Reply