Tantangan Pemuda di Tengah Arus Globalisasi

Galeri Foto, Jurnalisme Warga, Refleksi, Umum

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Tetapi berikan aku 10 orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”, ucapan Ir. Soekarno. Perkataan sang proklamator dunia ini nampaknya syarat akan makna, pasalnya satu pemuda dibandingkan dengan 1000 orang tua. Alasan logis dari perbandingan ini memang sangat beralasan, karena hanya di dalam jiwa pemuda itulah tersimpan semangat, ambisi, dan keberanian untuk bisa melakukan perubahan (agen of change) bagi bangsa Indonesia kedepannya.

Namun yang menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, masih mampukah pemuda Indonesia dihadapkan dengan arus globalisasi yang penuh modernisasi? Masihkah mereka bertahan dengan agen perubahan? Persoalan ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk terus menjaga para generasi muda supaya berkembang sesuai porosnya.

Penting kiranya kaum muda sekarang tidak hanya sekedar memiliki semangat persatuan, kesatuan maupun kemauan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang positif untuk menjadikan negeri ini lebih baik lagi. Era globalisasi telah memberi ruang bagi semua negara untuk berinteraksi secara global dalam semua bidang, seperti : ekonomi, budaya, teknologi, dan informasi.

Era globalisasi diyakini dapat memberi keuntungan bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya. Tentu saja dengan catatan, bahwa keuntungan tersebut didapatkan oleh negara-negara yang “siap” dalam menghadapi tantangan globalisasi. Bukan menjadi rahasia lagi jika di era globalisasi seperti sekarang ini, pengaruh antar negara di belahan dunia ini akan semakin cepat menyebar. Bahkan tidak hanya itu, era globalisasi telah mampu mendorong menyatunya perekonomian nasional dengan perekonomian dunia.

Lantas, apa peran UINSA? Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya harus mampu mengawal seluruh  perkembangan ini, karena awal peradaban dan awal seluruh keilmuan dimulai oleh umat muslim, maka menjadi syarat mutlak
bagi UINSA untuk menjadi tandem pemerintah untuk terus mengembangkan bangsa yang terbilang maju ini.

Melalui pembahasan Tema pada kali ini, kami ingin menyumbangkan setitik pemikiran bagi kampus tercinta supaya bisa mengawal pemuda, termasuk mahasiswa untuk menuju agen perubahan bagi bangsa dan tanah air. Pemuda adalah poros pergerakan bangsa. Pemuda pun lah yang nantinya akan menghadapi arus globalisasi yang semakin deras. Peran pemuda untuk mengentaskan dirinya dalam lilitan arus globalisasi dari sisi negative sangat perlu ditingkatkan. Terlebih mahasiswa sebagai cendekiawan muda dalam hal ini memliki tugas dan tanggung jawab besar atas permasalahan yang ada. Mahasiswa dengan kesempatannya untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang lebih dibandingkan dengan pemuda tanpa pendidikan perguruan tinggi, harus tercermin nyata perbedaan dari inspirasi dan aksinya sebagai contoh perjuangan membangun bangsa. Salam Perjuangan!!

Comments

comments

Leave a Reply