Menyapa Si Manis

Nurani Ahda* Halo manis, Kenapa kamu bau amis? Mondar-mandir sesekali meringis Sambil membawa sebuah keris Apa iya ini tentang hal mistis?   Halo manis, Kenapa kamu kerjai orang yang bergamis? […]

Sajak-sajak Fahrurrozi*

Menuju Pesarean-mu   Sepanjang trotoar aku menari berlagu matahari Tanpa senja yang disebut indah Tanpa lelah yang berbahasa neraka Ataupun sandiwara untuk surga   Sejauh matahari melangkah Keringat tak henti […]

Titik

Titik Masuk ke bagian terkecil Menjadi suram saat berhenti Tanpa tanda selain titik   Bilang aku benci Satu tanda titik Karena tak mau berhenti Dan membuat mentalku kecil   Seberang […]