Raker LPM Solidaritas, Iqbal: Persma Bekerja Untuk Kemanusiaan

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org—LPM Solidaritas UINSA Surabaya kembali menghelat acara pasca pelantikan pengurus periode 2017. Rapat kerja (Raker) untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan satu periode ke depan terlaksana di Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo (18-19/2). Acara ini diikuti sedikitnya 28 orang pengurus dari 5 divisi yang ada; Badan Pengurus Harian, Divisi Human Resource and Development (HRD), Divisi Penerbitan, Divisi Perusahaan, dan Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Khidmat: Proses sidang salah satu komisi dalam Raker LPM Solidaritas
Khidmat: Proses sidang salah satu komisi dalam Raker LPM Solidaritas. (Pictures by: Nurani Ahda)

Mohammad Iqbal, dalam sambutannya selaku Pemimpin Umum LPM Solidaritas 2017 menegaskan bahwa kinerja LPM tidak hanya sekadar mencari berita. Mengutip pernyataan salah satu tokoh bangsa, Pramoedya Ananta Toer, pers mahasiswa baginya adalah bekerja untuk kemanusiaan. Untuk itu pihaknya merasa penting menghimbau kembali anggota Solidaritas supaya bisa mengawal kebijakan yang ada di kampus UINSA serta menjadi pusat informasi kampus. Dengan berbekal tagline Suara Hati Mahasiswa, lelaki asal Tuban tersebut berharap Solidaritas bisa pro aktif memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

Dalam pembahasan program kerja, panitia membagi divisi menjadi 4 komisi. Komisi A oleh divisi penerbitan yang membahas perihal keredaksian dan proses penerbitan selama satu periode ke depan. Tak ketinggalan divisi HRD yang dikoordinir Atika Rusyda juga melaksanakan sidang komisi B yang berlangsung pada hari pertama. Sedangkan Badan Pengurus Harian, Divisi Perusahaan, dan Divisi Litbang melaksanakan sidang komisi secara berurutan pada hari kedua.

Pantauan di lapangan, Raker yang bertempat di lantai dua pesantren yang terkenal berkat produk ekspor Kopi Raja ke Australia tersebut berlangsung lancar dan dipenuhi pertanyaan serta usulan proker dari divisi lain. Meski demikian tidak semua usulan program kerja diterima, Sumber Daya Manusia (SDM) dan beberapa hal lainnya menjadi pertimbangan divisi penerima usulan dalam menolak atau menerima usulan tersebut.

Ke depan, semua tergantung semangat pengurus dan anggota Solidaritas untuk mewujudkan program kerja yang telah dibahas, “Mengacu pada teori eksistensialismenya Sartre, semua yang kita bahas selama dua hari ini akan tidak berarti dan hanya berada pada tataran konsep jika tidak dilaksanakan. Untuk itu saya berharap setelah ini kita saling bersinergi guna memajukan LPM Solidaritas dan menjadikannya sebagai pusat informasi di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Salam Persma!!!,” tegas Iqbal dalam sambutan penutup pasca acara berlangsung. (mzn)

Comments

comments

Leave a Reply