Pindah Tempat, FEBI dan FISIP Satu Akses

Berita Kampus, CORET, Liputan Khusus

Solidaritasuinsa.org—Setelah pelaksanaan PKK-MB hari pertama (28/8) di gedung Sport Center and Multi Purpose, hari kedua (29/8) ditempatkan di setiap fakultas. Walaupun demikian, tidak setiap fakultas melaksanakannya di fakultas masing-masing. Seperti yang dialami peserta PKK-MB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), mereka berada di gedung Fakultas Adab dan Humaniora B lantai 4 yang sebelumnya terjadwal di gedung Fakultas Tarbiyah E.01.

Pada hari sebelumnya (28/8) lokasi yang akan ditempati di masing-masing fakultas telah dirembukkan dengan pihak universitas. Namun tempat yang telah ditentukan, tidak mampu menampung mahasiswa baru sebanyak 545 orang. Dari pihak universitas sendiri tidak memberikan solusi. Akhirnya FEBI mencari solusi sendiri dan sudah lapor ke pihak universitas. Pemindahan lokasi pelaksanaan dikarenakan gedung Fakultas Tarbiyah yang tidak cukup untuk menampung peserta dari FEBI yang berjumlah 545 orang. Meski telah dipindah, masih tidak muat menampung peserta. Akhirnya, solusi satu-satunya adalah peserta dari FEBI dibagi menjadi dua ruangan yang terpisah. Beberapa peserta di dalam ruangan dan sisanya di luar ruangan.

Walaupun demikian, masalah tersebut tidak dilepas begitu saja oleh Prof. Akh. Muzakki selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) & Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah Show of Force oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) selesai, peserta yang berada di luar ruangan dipindah ke dalam ruangan. “Ini semua klasikal, semuanya harus menghadap ke depan, sementara di depan masih ada space yang leluasa. Saya sudah cek ke atas (Ruang C2.403 lantai 4, Red) dan nantinya SEMA dan DEMA untuk memindahkan Mahasiswa Baru sekitar 150 orang ke dalam ruangan untuk mengisi space di depan,” hematnya dengan nada wibawa.

Ruangan yang sama juga akan digunakan kembali oleh Mahasiswa Baru FEBI pada hari Rabu (30/8). Walaupun berdesak-desakan solusi cerdas yang diberikan Muzakki sudah dirasa efektif, daripada harus berada di luar ruangan yang kondisinya tidak memungkinkan dengan reklamasi jalan. “Acara tidak mungkin ditaruh di out door, sebab masih ada peninggian jalan,” tambahnya.

Sehari berada di ruangan, rasa tidak nyaman pun sempat dikeluhkan Yusril Muzakki, salah satu peserta dari FEBI, Prodi Manajemen Zakat dan Waqaf. “Duduknya anak-anak didempet-dempetin, kadang-kadang ada bau yang tidak enak gitu,” keluhnya ketika kegiatan sudah usai.

Di lain sisi, akses jalan pun menjadi kendala keluar-masuknya peserta dari FEBI harus melewati Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, yang posisinya berada di lantai bawah Fakultas Adab dan Humaniora B. “Untuk pembatas jalan masih diusahakan,” ucap Nuzula Abdussalam, Ketua DEMA FEBI. Sehingga, setelah Ishoma (Istirahat Salat dan Makan, Red) usai, pembatas sudah dibuat oleh panitia, agar ketika peserta ataupun orang lain yang melintas tidak mengganggu kenyamanan peserta dari FISIP. (rik/pja/dee)

Comments

comments

Leave a Reply