Persoalan Historis Modal Tema Besar

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org – Komunitas Baca Rakyat (Kobar) mengadakan seminar dan bedah buku “Hadrah Kiai: Puisi Santri untuk Kiai” yang dilaksanakan pada (9/11) di Gedung Twin Tower A lt. 9. Acara ini dilaksanakan atas ide dari Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) serta untuk memeriahkan hari santri.

Bahauddin selaku ketua panitia mengungkapkan “Apalagi dengan adanya momen Santri of the Year, jadi pas sekali dengan mengambil buku Hadrah Kiai,” jelasnya. Pada mulanya Rektor UIN SA direncanakan akan menghadiri acara ini, namun karena adanya acara mendadak di India, maka terpaksa tidak jadi.

Seminar dan bedah buku ini untuk memberikan apresiasi pada sebuah karya. “Karena Kobar sendiri bergerak dalam bidang literasi,” tambah Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Dengan mengundang narasumber-narasumber yang pernah berkecimpung dalam dunia pesantren yakni Raedu Basha dengan bukunya Hadrah Kiai yang menjadi pemenang dalam peringatan Hari Puisi Indonesia 2017 dan  M. Faizi, penyair asal Sumenep dengan segudang prestasi.

Berusaha menguasai tema, untuk menghindari suatu hal yang belum mampu adalah kiat utama Raedu Basha dalam menorehkan karyanya. Sementara hal yang tersulit baginya adalah ketika harus berbenturan dengan tema. “Maka saya mengendapkan karya itu beberapa lama, tidak langsung ditulis,” tuturnya.

Buku Hadrah Kiai ini ditulisRaedu Basha karena keresahan dalam hatinya ketika melihat masyarakat yang lebih mengenal ustadz-ustadz atau kiai terkenal, dari sini lelaki berkopyahkan coklat bermotif itu ingin menunjukkan sosok kiai yang selama ini dikenalnya. Dalam menuliskan puisinya, ia bentuk dengan gaya bebas sehingga pembaca tidak bosan, begitulah ungkapnya saat mengisi seminar dan bedah buku di hadapan peserta.

Pengangkatan tema Hadrah Kiai sendiri menurutnya sebagai persoalan historis, di mana generasi sekarang lebih mengenal artis-artis terkenal dari pada tokoh-tokoh penting seperti kiai. “Paling tidak dengan puisi akan lebih akrab dengan anak muda ketimbang yang berat-berat,” demikian ujar Raedu Basha ketika ditemui wartawan Solidaritas. (fhm)

Comments

comments

Leave a Reply