Penguatan Karakter, Melalui Komunitas Lintas Iman

Agama, Pendidikan, Refleksi

Oleh : Anifatul Jannah

Indonesia merupakan Negara yang masih memiliki  banyak permasalahan tentang prilaku tidak baik. Lebih memprihatinkan lagi, beberapa penegak hukum memilih untuk melanggar jalur yang sudah ditetapkan, dengan dalih status sebagai pejabat pemerintahan menjadi alasan terjadinya praktik kejahatan.  Pejabat Negara merupakan publik yang menjadi contoh bagi generasi muda, akan tetapi pendidikan moral yang diberikan oleh tokoh masyarakat dalam kehidupan dewasa ini memiliki realita tidak baik. Contoh kecil praktik kejahatan tersebut mudah dilihat, seperti terus bermunculannya para pelaku korupsi. Sudah terbukti, dari intansi kecil yang ada di desa, kecamatan, provinsi hingga Negara, terdapat banyak pelaku korupsi. Akan tetapi, yang tampak dan juga ditemukan oleh KPK hanyalah pelaku korupsi yang sudah menghabiskan dana Negara dalam jumlah besar. Lalu, bagaimana dengan yang berjumlah kecil, tentu tidak akan tampak, karena para pelaku korupsi tidak akan kehabsian akal, untuk memanipulasi apapun yang dibutuhkan dalam melancarkan aksinya.

Banyak faktor yang melatarbelakangi maraknya aksi korupsi di Indoensia. Selain pendidikan karakter yang masih sedikit diterapkan disekolah, hukum yang  lemah serta memihak yang memiliki banyak uang, serta poin yang paling utama adalah, keimanan seseorang yang mulai melemah akan dengan mudah terpengaruh hal buruk. Keimanan yang lemah itu muncul karena pendidikan keagamaan yang kurang mendalam, serta aplikatif dalam diri tiap individu. Beberapa faktor inilah yang dapat mempengaruhi hati dan fikiran manusia dengan cepat. Sehingga, pemuda sekarang harus mendapatkan pendidikan karakter dan agama dengan porsi yang cukup, agar berkarakter. Selain itu, hukum juga harus benar-benar ditegakkan dan kuat. Penegakan hukum tidak hanya untuk yang miskin, tetapi hukum juga berlaku untuk yang kaya, dan siapa saja yang berbuat kejahatan. Sehingga tidak akan terjadi ketimpangan  hukum, dalam memberikan hukuman saat di pengadilan.

Beberapa kasus yang di tayangkan media masa, memberitahukan kepada masyarakat betapa lemahnya hukum di Negara ini. Seperti pencurian semangka, karena pelaku merasa kehausan yang terjadi di Jombang. Kemudian dengan tegas hukum dijatuhkan dengan sangat adil sesuai pasal yang tertera. Lantas, bagaimana dengan para pelaku koruptor yang merugikan Negara dan menyengsarakan rakyat. Hukumannya sangat ringan, bahkan di penjarapun mendapatkan fasilitas bintang lima. Memang tidak banyak masyarakat atau bahkan pemuda yang tau, bahwa di dalam jeruji besi tidak selamanya buruk. Penjara sekarang layaknya hotel, terdakwa yang memiliki banyak uang, bisa memilih kamar yang full service dengan fasilitas mewah.

Sangat miris melihat realita Negara ini. akan tetapi rasa empati saja tidak cukup untuk memperbaiki atau bahkan merubah sebuah keadaan. Pemuda sebagai agen pembawa perubahan, sudah seharusnya memiliki wawasan luas, open mind terhadap segala hal. Tidak hanya fokus pada kelompok-kelompok yang malah membuat dirinya semakin buruk. Karena tidak sedikit pemuda mencari  sebuah kelompok, untuk mendapatkan kekuatan dan perlindungan didalamnya. Tanpa menyadari betapa membahayakannya kelompok tersebut, jika memiliki doktrin yang malah merusak, atau bahkan menghancurkan yang lain demi kebenaran yang diyakininya. Hal inilah yang sangat mengerikan, jika akan terus terjadi di dalam Negara ini. Maka nasib para pemuda sudah diujung kepunahan moral.

Sebagai pemuda, yang nantinya akan merubah peradaban suatu Bangsa dan Agama, sudah menjadi sebuah kewajiban kiranya untuk memikirkan kegiatan aplikatif apa untuk merubah sebuah keadaan agar menjadi lebih baik. Mulai berinovasi sejak dini, dan melakukan suatu gerbrakan yang positif dan nyata untuk memperbaiki lingkungan sosial disekitarnya. Karena kejayaan sebuah Bangsa ada pada tangan pemudanya. Jika saat ini pemuda mulai malas, atau bahkan acuh terhadap lingkungan dan Bangsanya, maka sudah bisa dipastikan, sebuah Negara itu akan hancur secara perlahan, seiring hancurnya sebuah generasi karena tidak ada regenerasi terbaik didalamnya. Memang tidak sedikit pula pemuda yang masih peduli dan mau memperjuangkan Bangsanya, tetapi masih sangat jauh dari angka yang diharapkan. Sebab masih banyak pemuda yang tidak peduli daripada yang peduli.

Adanya berbagai komunitas kepemudaan di Indonesia, menjadikan pemuda bisa semakin berkembang dengan positif. Seperti komunitas lintas iman, dimana komunitas ini melakukan diskusi terkait keimanan masing-masing keyakinan, apa saja kebaikan yang diajari oleh keyakinan masing-masing. Dari hal itu, keimanan seseorang semakin bertambah, dan menjadi lebih kuat. Sehingga perlahan karakter baik itu akan terbentuk. Dari komunitas lintas iman ini, akan muncul dampak yang mampu penguatan iman kepada tiap individu, kiranya sebagai alarm ketika akan melakukan sebuah kejahatan, maka teguran dari Tuhan yang pertama ia dapatkan, sehingga perbuatan jahat tersbut dapat dicegah. Maka adanya komunitas lintas iman ini memiliki peran penting dalam perubahan karakter generasi muda.

Dari keresahan inilah, sebagai pemuda harus menyadari betapa pentingnya peran seorang pemuda. Untuk terus memperbaiki diri, dan menjadikan Indonesia lebih baik untuk dikemudian hari. Dengan adanya komunitas kepemudaan, salah satunya komunitas lintas iman, akan memberikan alternatif aktifitas produktif bagi para pemuda. Karena dalam komunitas juga terdapat pendidikan non formal, yang didalamnya mengajarkan banyak hal yang tidak didapatkan dibangku formal. Karena semua kejahatan terjadi karena keimanan seseorang yang lemah, itulah faktor yang paling utama yang tidak banyak disadari. Maka penguatan iman dan pelajaran tentang kebaikan sangat penting bagi kehidupan untuk membentuk karakter pemuda. Sebab semua agama mengajarkan kebaikan dengan akhlak baik, yang dapat membentengi diri dari perbuatan jahat seperti korupsi atau kekerasan.

 

Comments

comments

Leave a Reply