Musang Solidaritas: Pergantian Tampuk Kepemimpinan

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org—Musyawarah Anggota (Musang) LPM Solidaritas ke-XIV tahun 2016 dilaksanakan di Loop Station, Surabaya. Acara yang diketuai oleh Elvina Karima beerjalan dengan lancar, meski harus berganti lokasi dari atas ke bawah karena masalah teknis. Musang yang bertepatan dengan hari libur natal sekaligus weekend hari Minggu (25/12) ini tidak menyurutkan semangat seluruh anggota Solidaritas yang hadir, mulai dari Badan Pengurus Harian (BPH), Pengurus, Kru, dan Maganger LPM Solidaritas.

Setelah acara dibuka, ada pengukuhan Maganger angkatan 2015 menjadi Kru yang merupakan syarat agar mempunyai hak suara dalam pemilihan calon Pemimpin Umum Solidaritas 2017-2018 yang termasuk dalam rangkaian acara. Kemudian, acara berlanjut dengan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan Solidaritas periode 2015-2016. Mulai dari BPH, Divisi Penerbitan, Divisi Human Resources Development (HRD), Divisi Perusahaan, serta Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Setelah itu, acara dilanjut dengan sidang mengenai PD/PRT LPM Solidaritas. Sidang yang dipimpin oleh Mu’tadi dan dilanjut dengan Husnil Marom ini cukup memakan waktu yang banyak.

Selepas menunaikan sholat Maghrib, mulali memasuki acara yang nantinya akan menentukan Pempinan Umum (PU) Solidaritas untuk satu periode selanjutnya. Kandidat PU ini awalnya lima orang, Luthfi, Ahda, Himam, Iqbal, dan Mizan, ”Dari lima calon PU ini dipilih dua saja, setelah melakukan interview dari tim beserta perwakilan senior”, terang Annisa, selaku MC pemilihan PU. Dua calon ini  mengutarakan Visi dan Misi dihadapan peserta yang hadir. Tepuk tangan semakin membahana mengisi ruangan Loop Station tersebut menyemangati Moh. Mizan Asrori dan Mohammad Iqbal yang terpilih menjadi calon PU..

Pemilihan PU diadakan di tempat itu juga. “Tentunya semakin tinggi pohon akan semakin kencang juga terpaan anginnya, ketika keadaan menganggu keyakinan saya, saya akan tetap mengingat niat awal saya di Solidaritas dulu yaitu kembali mengembangkan skill dalam dunia jurnalistik.” Terang Iqbal saat ditanyai perserta musyawarah, Toyis anggota Devisi Perusahaan, mengenai jaminan apa yang akan dilakukan agar tetap berkomitmen di Solidaritas, saat terpilih menjadi PU maupun tidak. Sedangkan Mizan menjawab bahwa ia akan tetap berada di Solidaritas dan terus belajar. Mengingat cita-citanya menjadi seorang penulis dan Solidaritas merupakan salah satu wadah untuk menggapai mimpinya tersebut, “Karena saya lahir dari rahim Sol,” imbuhnya lirih.

Akhirnya, riuh tepuk tangan kembali memenuhi ruangan ketika hasil suara menentukan Iqbal sebagai PU terpilih. Selanjutnya PU Demisioner, Ahmad Farid, melakukan serah terima kepada Iqbal, selaku PU baru, “Perasaan saya campur aduk, karena mengomando organisasi di tingkat Universitas ini tidak mudah,” jelasnya saat diwawancara di tempat yang berbeda. Sebelum acara ditutup, agenda panjang pada Minggu cerah tersebut dilanjut dengan pemilihan Tim Formatur untuk membentuk struktur kepengurusan baru Solidaritas. (dih)

Comments

comments

Leave a Reply