Rektor UINSA Katakan Program Terakhir SILE

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org – UIN Sunan Ampel (UINSA) menjadi tuan rumah agenda International Conference of University-Community Engagement (ICON UCE)  2016 yang kedua. Tahun pertama kegiatan ini dihelat di UIN Alauddin Makassar 2014 yang sama-sama didukung oleh Project Supporting Islamic Leadership in Indonesia/Local Leadership for Development (SILE/LLD Project). ICON UCE akan diadakan selama 4 hari, tanggal 2-5 Agustus 2016 di UINSA.

Menjelang agenda ICON UCE, Press Conference diadakan panitia di ruang layanan mahasiswa lantai satu gedung Twin Tower UINSA pagi ini (2/8). Dihadiri oleh Rektor UINSA—Prof. Abd A’la, SILE Canadian Team Leader, dan Ketua Panitia—Nabiela Naily.

Prof. Abd A’la menjelaskan kegiatan ICON UCE 2016 adalah sebuah wadah yang dirancang untuk menunjukan, merayakan, dan berbagi pengalaman hingga kisah sukses keterlibatan universitas-komunitas dari lokal ke tingkat global. Konferensi ini memberi kesempatan kepada para pemangku kepentingan yang berkerja sama dari berbagai mitra untuk membuat insisiatif transformasi sosial yang inovatif dan kreatif.

Nabiela Naily berujar bahwa konferensi ini akan dihadiri oleh 300 Peserta dari 6 negara dan ketika ditanya apakah ada keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaanya, dirinya mengiyakan adanya keikutsertaan mahasiswa. “Iya, ada sebagian keterlibatan mahasiswa sebagai panitia”. Ungkapnya.

Prof. Abd A’la berkata bahwa program dukungan dari SILE akan berakhir. Nabiela juga menambahi bahwa agenda ini adalah program terakhir yang didukung SILE, sebuah program kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Kanada, yang akan berakhir bulan Desember tahun ini, tutur beliau sewaktu ditanya oleh kru Solidaritas.

Mengenai apakah program ini bisa diextend, Lina kafaya selaku SILE Canadian Team Leaders menjawab tidak. “Mungkin di program lain” Jawabnya. (vin/iqb)

Comments

comments

Leave a Reply