Menteri Agama RI Hadiri Wisuda UINSA ke-78

Berita Kampus

 Solidaritas-uinsa.orgAcara Wisuda UINSA Surabaya ke-78 resmi digelar pada hari Sabtu (18/3) di Auditorium UINSA. Wisuda kali ini diikuti oleh 594 wisudawan yang telah dianggap layak untuk mendapat gelar dalam berbagai jenjang pendidikan.

Wisudawan terdiri dari program doktor sebanyak 12 orang, magister 37 orang, dan sarjana 545 orang. Prosesi wisuda kali ini sedikit berbeda, karena dihadiri Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifudin. Meski pelaksanaan wisuda tidak sesuai dengan yang tertera dalam kalender akademik, akan tetapi acara wisuda berjalan dengan lancar.

Pemunduruan pelaksanaan wisuda ke-78 yang pada awalnya akan dihelat pada tanggal 11 Maret lalu, disebabkan karena Menteri Agama RI tidak bisa hadir pada tanggal tersebut. “11 Maret itu Pak Menteri ada undangan dengan Pak Wapres (Wakil Presiden, Red.),” ungkap Rijalul Faqih selaku koordinator panitia wisuda ke-78.

Menteri Agama RI secara resmi diundang oleh UINSA sebagai bentuk kunjungan event akademik. “Karena Pak Menteri tidak pernah datang tentang event akademik,” pungkas pria yang kerap disapa Rijal. Selain event akademik, Menteri Agama RI datang untuk melakukan Orasi Ilmiah pada saat prosesi wisuda.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dijadwalkan juga akan berkunjung ke UINSA pada saat wisuda, namun ia tidak dapat hadir karena harus ke kota Nganjuk dan Ngawi terlebih dahulu. “Pak Menpora ada di Nganjuk dan Ngawi gak nutut waktunya (tidak cukup waktunya, Red),” ujar Jaenudin, panitia wisuda yang juga menjabat Kabag. Kemahasiswaan UINSA.

Mundurnya jadwal wisuda berimbas juga pada tempat pelaksanaan yang ditempati. Bila sesuai rencana, seharusnya tempat wisuda dilaksanakan di gedung Sport Center (SC). Namun, terjadi perubahan tempat di gedung Auditorium. “Semula tanggal 11 di Sport Center,” kata koordinator panitia. Perpindahan tempat dilakukan karena gedung SC sudah terlanjur disewakan kepada lembaga Al-Falah untuk wisuda peserta didiknya dan telah disewa pada 6 bulan sebelumnya. “Al-Falah lebih dulu (menyewa lebih dahulu, Red), tanggal 18 sudah di-booking Al-Falah, sudah 6 bulan lalu mereka menyewanya,” imbuh Rijal.

Walaupun terjadi perubahan jadwal dan perubahan tempat pelaksanaan wisuda, menurut Jaenudin acara wisuda ke-78 termasuk lancar dan tidak memiliki kendala saat prosesi wisuda berlangsung. “Saya kira dari aspek pelaksanaan alhamdulillah lancar karena kita sudah antisipasi,” pungkas pria berambut putih tersebut. Di tempat terpisah, Astutik dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengaku tetap menerima kondisi yang ada.

Namun fakta di lapangan berbeda, banyaknya undangan dari peserta wisuda ke-78 tak diimbangi dengan kursi duduk yang cukup bagi undangan wali wisudawan. Meski di samping kanan Auditorium sudah didirikan terop tambahan bagi undangan, akan tetapi masih ada undangan yang berada di depan Auditoriom dan melihat prosesi dari dinding kaca pintu utama. “Ya, saya dapat undangan cuma udah penuh di dalam,” ungkap salah satu undangan yang tidak mau disebutkan namanya.

Mengenai hal ini pihak panitia menyatakan itu konsekuensi dari undangan yang terlambat. “Di undangan sudah jelas jam berapa. Kami tidak mentolerir undangan yang terlambat,” ungkap Bahtiar, salah satu panitia bagian keamanan. (and/sf/ris/puj/rik/hmd)

Comments

comments

Leave a Reply