Mahasiswi Baru UINSA Diperbolehkan Memakai Rok Saat PKK-MB

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.orgSesuai pengumuman resmi dari rektorat, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau yang lebih dikenal dengan PKK-MB Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akan dilaksanakan selama empat hari, 28-31 Agustus 2017. Namun, seiring dengan beredarnya surat pengumuman PKK-MB yang resmi bertanda tangan Rektor dan Wakil Rektor III di lingkungan kampus, beberapa mahasiswi baru mengaku tidak setuju dengan salah satu poin yang telah tercantum dalam pengumuman. Poin 4b berisi ketentuan pemakaian seragam PKK-MB bagi mahasiswi, yaitu jilbab hitam, baju putih berlengan panjang, celana hitam panjang, dan sepatu hitam. Keharusan menggunakan celana dipermasalahkan sebagian mahasiswi, pasalnya tidak semua mahasiswi nyaman memakai celana.

DM, mahasiswi baru Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) mengaku keberatan atas ketentuan celana tersebut karena menurutnya tidak syar’i. “Sebagai muslimah kurang nyaman memakai celana, menurutku kurang pantas juga kampus Islam tapi kegiatan kampus mengenakan celana untuk yang perempuan,” ujarnya saat diwawancarai  melalui WhatsApp.

Selain DM, SAA juga merasakan hal yang sama. Ia tidak biasa mengenakan celana dan lebih nyaman dengan rok. “Ketentuan berpakaian muslimah salah satunya adalah tidak menyerupai pakaian laki-laki, sedangkan celana pada umumnya dipakai laki-laki. Selain itu celana ada yang ketat dan menampakkan lekuk tubuh sehingga tidak memenuhi ketentuan berpakaian muslimah,” imbuh mahasiswi baru Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) tersebut.

Saat diklarifikasi ke Jainudin, Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan UINSA, terkait kemungkinan mahasiswi baru yang mengenakan rok hitam karena alasan tertentu, ia mengatakan tidak ada larangan. “Kita ini berpikir praktis. Biar mereka (mahasiswi baru, Red) nyaman, praktis, fleksibel. Nanti kalau ada yang budayanya pakai rok ya ndak papa, kita berpikir sederhana untuk mempermudah mahasiswi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya (10/8).

Jainudin menambahkan, meski kebolehan memakai rok tidak dicantumkan di Surat Pengumuman PKK-MB, nantinya akan dicantumkan di buku “Pedoman PKK-MB” yang akan dibagikan kepada panitia PKK-MB dan peserta. Hal ini bertujuan mempermudah mahasiswi baru yang tidak terbiasa menggunakan celana dan lebih memilih memakai rok. Menengok OSCAAR (orientasi mahasiswa baru sebelum menjadi PKK-MB, Red) pada tahun 2014 silam, di mana beberapa panitia OSCAAR mempermasalahkan mahasiswi baru yang mengenakan rok dan dipaksa memakai celana. “Ya itu kan masa lalu. Sekarang kita kembali kepada fitrah Ospek yang smart dan bermartabat,” pungkas Jainudin. (muf/rus).

Pengumuman PKK-MB Tahun Akademik 2017/2018:

Download (PDF, 1.58MB)

Dokumentasi foto diambil saat PKK-MB 2016 Fakultas Adab dan Humaniora di Sport Center.

Comments

comments

Leave a Reply