Mahasiswa Tak Setuju, Aturan Jam Malam UINSA Direvisi

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org – Segenap elemen Mahasiswa UINSA meliputi Musema, Dema, UKM, dan UKK menghadiri Rapat koordinasi bersama jajaran Rektorat dan Dekanat Senin (27/11). Rapat ini bertujuan membahas Surat Edaran yang dikeluarkan UINSA No: Pt.2528/UU.07/01/R/R3/PP.00.9/11/2017 tentang pemberlakuan jam malam yang sempat kontroversial. Surat Edaran tersebut menyatakan seluruh mahasiswa dilarang menginap dikampus dan aktivitas mahasiwa tak boleh lebih dari pukul 21.00.

Dalam pembukaan rapat di Twin Tower A lantai 9, Prof. Ali Mufrodi Wakil Rektor III menjelaskan jam malam diberlakukan untuk umum. Ia beralasan aturan ini dikeluarkan sebab adanya laporan banyak pasangan muda-mudi berduaan sampai larut malam di kampus. Bahkan, menurutnya, Petugas Kebersihan Perpustakaan UINSA pernah menemukan kondom bekas.

Aturan yang diberlakukan dianggap sangat merugikan. Moh. Fiqih Firdaus, Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), tidak setuju dengan aturan yang dikeluarkan. Menurutnya aturan ini hanya menghambat mahasiswa yang ingin berkegiatan secara maksimal.

“Selain mahasiswa, dosen serta pegawai yang ‘lembur nugas’ malam,” tutur Fiqih.

Tentu, aturan jam malam ini juga akan menghambat aktivitas UKM yang biasanya dilakukan malam hari, seperti UKM Pencak Silat. Bayu, Ketua UKM Pencak Silat, menuturkan bahwa dengan aturan yang dikeluarkan, maka latihan yang harusnya selesai sampai jurus, malah hanya akan sampai pada pemanasan saja.

“Hal tersebut sangat merugikan, mengingat pencak silat juga memiliki beberapa prestasi,” jelas Bayu.

Bayu juga berpendapat jika perlu anggota UKM akan ikut mengusir pasangan muda-mudi yang berduaan, hal ini disetujui secara serempak oleh hampir seluruh anggota rapat.

Selain itu, Muhammad Nizar selaku Ketua UKM Menwa, menyarankan jika Kampus UINSA memberi izin membuka tempat tertentu untuk aktivitas malam seperti diskusi dan latihan untuk UKM yang membutuhkan.

“Tetap dengan izin dari Bagian Kemahasiswaan, yang selanjutnya berkoordinasi dengan satpam,” tutur Nizar.

Menanggapi hal itu, Prof. Ali Mufrodi memutuskan akan merevisi dan merundingkan kembali dengan para stakeholder kampus mengenai jam malam yang akan diberlakukan. Kemudian setelah itu, Kabag Kemahasiswaan akan mengumumkan secara resmi aturan yang baru.

“Meski direvisi, aturan sebenarnya berlaku tapi tidak efektif betul, yang mau latihan lebih jam 9 malam harus beri tahu Kemahasiswaan untuk berkoordinasi dengan Satpam,” jelas Prof. Ali Mufrodi ketika dihubungi Solidaritas melalui pesan Whatsapp. (yuz/ark/zum)

Comments

comments

Leave a Reply