Kerja Sigap UKK Pramuka dalam PKK-MB 2017

Berita Kampus, CORET, Liputan Khusus

Solidaritas-uinsa.org—Hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKK-MB) dipadati oleh mahasiswa angkatan 2017/2018 di gedung Sport Center (SC) dan Multi Purpose UINSA. Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Pramuka membantu mengondisikan peserta yang berjumlah sekitar 4.350. Terutama menangani peserta yang sakit.

Dalam proses pelaksanaannya, Tim Peninjau Kesehatan telah melakukan berbagai persiapan untuk dapat mensukseskan tugasnya. Seperti mengadakan Diklat Pertolongan Pertama (DPP) pada tanggal 25 Agustus 2017 lalu. Meski anggota yang bertugas hanya 10 orang yang secara resmi mendapatkan SK, ada tambahan 35 orang lagi dalam rangka pelaksanaan tugas. “4.345 orang tidak mungkin jika hanya mengerahkan 10 orang yang menangani mahasiswa yang sakit, dengan adanya anggota tambahan Inshaallah kami siap untuk bertugas,” tutur Abdur Rahman Marzuki selaku ketua Tim Peninjau Kesehatan.

Dwi fitiani selaku koordinator Tim Peninjau Kesehatan juga menyatakan bahwa Tim Pramuka dapat mengkondisikan tugasnya, hal ini juga didasari dengan adanya banyak tempat atau channel, SC, dan klinik. UKK Pramuka juga bekerjasama dengan klinik kesehatan dalam menyuplai obat-obatan dengan jumlah yang disetujui oleh pihak klinik, kemudian membuat posko kesehatan yang berada disamping gedung SC dan sebelah selatan masjid Ulul Albab.

Hari pertama kegiatan PKK-MB dipusatkan di SC ini memudahkan tugas mereka dengan 21 personel.  Mereka dikerahkan di tribun atas, bawah, sayap kanan, dan sayap kiri gedung SC. Dikarenakan banyaknya mahasiswa yang memenuhi gedung SC membuat jalur evakuasi terhalangi dan menghambat kegiatan UKK Pramuka dan bagian kesehatan lainnya dalam mengevakuasi peserta yang sakit. Ketua Pramuka, Moh Adi Putra pun berharap untuk klinik kesehatan agar terus mensupport penuh suplai obat-obatan untuk bagian kesehatan agar kebutuhan mahasiswa yang sakit dapat terpenuhi.

Dalam sehari ini telah terdata sebanyak 26 mahasiswa yang sakit, yang terdiri dari 6 mahasiswa di SC, 19 di posko utama, dan satu mahasiswa dirawat di klinik, “rata-rata sakitnya dikarenakan oleh maag, mual, belum sarapan, dan sesak nafas,” ucap Moh Adi Putra (21). Menurutnya, peralatan kesehatan untuk hari pertama cukup memadai karena terpusat di satu tempat. Akan tetapi, dihari yang akan datang mereka masih kekurangan tandu untuk dibutuhkan di setiap fakultas. Untuk hari kedepannya UKK Pramuka mengerahkan dua anggotanya untuk setiap fakultas. Ditambah lagi bekerjasama dengan Menwa untuk mengevakuasi mahasiswa yang jatuh sakit.

Pelayanan yang baik pun dirasakan oleh peserta yang sakit. Salah satunya Riska (18), Jurusan Fakultas Ushuluddin yang mengaku puas dengan pelayanan dari bagian kesehatan UKK Pramuka dan panitia. Mereka tanggap ketika melihatnya sakit di depan gedung Twin Tower (TT). Setelah itu langsung mengevakuasinya ke posko selatan masjid Ulul Albab dan memberinya penanganan yang baik. (fhm/snt)

Comments

comments

Leave a Reply