Kemahasiswaan: Rektor Berencana Akan Tolak Hasil Pemira UINSA

Berita Kampus

Solidaritas- Pasca pemilu raya (Pemira) UINSA yang berlangsung panas antara mahasiswa, kini rektorat memiliki rencana untuk membatalkan keputusan yang telah diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Kopurwa) tentang penetapan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U).

Menurut Nur Hadi selaku Kepala Sub Bagian Administrasi dan Pembinaan Mahasiswa kepada Solidaritas Jumat (28/4) pihaknya berencana akan meminta mengadakan kembali pemilihan ulang terkait Ketua DEMA U. “Informasi yang tertangkap oleh saya dari Rektor, akan ada pemilihan ulang” tutur pria yang kerap disapa Nur. Nur juga mengungkapkan bahwa pemilihan Ketua Dema U tidak seperti biasanya, laporan yang diberikan Kopurwa dinilai tidak serius dan tidak jelas. “arek-arek laporannya koyoke ga temen, ga koyok disek-disek (Kopurwa laporannya terlihat tidak serius, tidak seperti dahulu, red),” ujar pria berkacamata tersebut. Dirinya juga menambahkan jika dalam laporan Kopurwa calon Ketua Dema U tidak diberikan keterangan yang lengkap baik berupa NIM atau Fakultas. “mek jenenge tok (hanya nama saja, red) dari fakultas apa NIM-nya ga jelas”, pungkasnya sambil menunjukan berita acara hasil Pemira.

Rencana penolakan hasil keputusan Kopurwa oleh pihak rektorat belum didengar oleh Ketua DEMA U terpilih, menurutnya kabar yang beredar adalah bohong. “Belum dengar, semacam hoax (bohong, red) itu,” ujar Hozain Zainullah Ketua DEMA U terpilih. Menurutnya pemilihan tidak akan diulang kembali, karena ketika pemilihan pihak rektorat telah menyetujui diadakan pemilihan. “Kalau menurut saya tidak mungkin ditolak, karena bila rektor tidak menyetujui maka pemilihan kemarin tidak dilanjut,” ujar pria yang kerap disapa Zein.

Salah satu panitia Kopurwa mengungkapkan bahwa berita acara telah diterima oleh rektor serta tidak ada masalah tentang berita acara tersebut. “Tapi kalau kemarin waktu kami menyetorkan berita acara memang kemahasiswaan mau diurus (berita acara pemira akan diurus oleh kemahasiswaan, red)” ujar Ahmad Rofii salah satu panitia Kopurwa. Rofii juga menuturkan tidak tahu bila hasil pemilihan akan tidak disetujui oleh rektorat. “Tidak tahu kalau nanti akan ada pemilihan ulang, karena menurut peraturan senat, Panitia Kopurwa hanya berlaku selama seminggu,” pungkas pria berambut panjang tersebut. (and/iqb)

Comments

comments

Leave a Reply