Jatuh

Puisi

Terbuang

Dengan luka penuh darah

Hanya memandang

Kau tertawa girang

Dengan setangkai bunga segar di tangan kananmu

 

Matamu yang jeli

Memandang ke arah lain

Masih mencari kembang yang kau kira lebih cantik

Aku menyesal

Menjadi harum di hadapanmu

Lalu terbuang layu

 

Tanah tempatku terkapar

Menulis kisah kami

Tentang dedaunan, lalu kembang yang terbuang

Manusia dengan keserakahannya

Mata yang terus tak terpuaskan

Hingga tersandung

Lalu terjatuh, dengan luka di wajahnya

Nanah di tangan kanan dan kirinya

 

Mencoba bangun dan hilang sepasang kakinya

Hatinya yang dulu tak dipedulikan

Dia raba dengan tenaga yang tersisa

Dan airmatanya percuma

Tentang kami yang terbuang

 

Mati rasa

Terdiam menanti hujan

Lalu tumbuh

Bercerita pada kuncup, tentang biji yang melahirkan mereka

Tangan yang memisahkan kami dari ranting kering kehidupan

Dan kami mati meninggalkan wangi luka pada kuncup baru

 

Seruyan, 26 Januari 2017

 

 

Comments

comments

Leave a Reply