Islam, Muslim dan Praktik Kehidupan

Opini, Uncategorized

Toyiz Zaman*

Islam adalah agama yang tinggi derajatnya dan tidak akan pernah ada bandingannya. Berbicara Islam selalu menyangkut kehidupan secara luas, kesempurnaan dan fleksibelitas. Karena agama yang berpedoman pada kitab Alquran ini mengandung dan mengatur berbagai macam sendi kehidupan baik kemaslahatan individu, kelompok hingga bertetangga dan bernegara. Identitas tertinggi dalam Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin (agama keselamatan bagi umat manusia) bagi mereka yang ta’at, tunduk dan patuh dalam meyakini semua hal yang tertuang dalam aturan Alquran sebagai mukjizat dan panduan terbesar bagi tindak tanduk makhluk dimuka bumi ini.

Sungguh tidak ada agama disinggasana Allah melainkan Islam. Agama yang dilahirkan di padang tandus ini mengandung tuntunan, anjuran, larangan dan hikmah untuk membimbing umat manusia pada jalan yang lurus, menjadi penerang dikala gelap, menjadi obat dikala sakit, menjadi pengingat dikala lupa dan menjadi peringatan bagi mereka yang senantiasa berpikir akan kejadian yang tak pernah masuk di akal manusia.

Nabi Muhammad yang menerima wahyu dan penyampai risalah kenabian pernah menyinggung bagaimana seharusnya sosok seorang muslim, sabdanya; “Almuslim lilmuslim kaal jasadil wahid” (muslim yang satu dengan yang lain adalah seperti satu kesatuan anggota tubuh), artinya kesempurnaan seorang muslim ketika ia saling membantu, memenuhi kebutuhan dan menghargai sesama muslim yang lain.

Asas akhlak dan budi luhur selalu diunggulkan Islam dalam berkehidupan, bersosial, dan bermasyarakat sesuai dengan sabda Rasulullah yaitu, “Innamabu’itstu li utammima makarimal akhlaq (aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia).

Tipologi Muslim

“Islam is perfect but not muslim.Islam adalah agama yang sempurna, tetapi tidak bagi pengikutnya (muslim). Jadi ada orang yang mengaku Islam, namun berbuat salah. Maka jangan salahkan Islamnya, karena Islam tidak salah dan tak pernah salah. Hanya saja sebagian muslim kurang memahami hakikat kebenaran konteks dari pesan Alquran, kekurangtahuannya itulah yang harus diluruskan.

Alquran membagi manusia menjadi tiga jenis menurut kadar ketakwaannya. Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang yang kami pilih diantara hamba-hamba kami (umat Muhammad), lalu diantara mereka ada yang mendzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (QS. 35:32)

Tafsir Ibn Katsir menjelaskan bahwa golongan yang mendzalimi diri mereka sendiri adalah orang yang melalaikan sebagian dari pekerjaan yang diwajibkan atasnya dan mengerjakan sebagian dari pada hal-hal yang diharamkan. Dari sini dapat dianalisa bahwa seorang muslim tidaklah seluruhnya sempurna dalam memegang teguh aturannya, melainkan sebagian dari mereka ada yang lepas kendali dari pijakan karena kecerobohannya.

Kemudian yang kedua adalah golongan pertengahan dalam mengamalkan ajaran-ajarannya tidak dzalim tidak pula cepat bergegas dalam kebaikan.

Sedangkan yang ketiga adalah mereka yang cepat dalam berbuat kebaikan dan inilah golongan yang utama (fastabiqul khoirot) berlomba-lomba dalam kebaikan. Selain ia mempelajari ilmu, dia juga mengamalkan dan membagi ilmunya kepada sesama, dengan tujuan memperoleh ridho dan karunia Allah SWT.

Pada akhirnya Allah pasti akan mengapresiasi dan memberi kompensasi kepada hamba yang taat dan berbakti sepenuhnya pada keimanan dan amal saleh yang ia laksanakan semasa hidupnya. Ia kelak akan mendapat surga yang dibawahnya mengalir mata air yang murni dan kenikmatan tiada habisnya.

Atau sebaliknya, Allah akan mengadili seadil-adilnya perilaku seorang hamba ketika semasa hidupnya berbuat kedzaliman, sehingga ia suci dari lumuran dosa. Untuk kemudian bisa menemui Kekasih sejati yang tak pernah pilih kasih kepada setiap hamba-Nya.

*) Penulis adalah Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, yang sekarang diamanahi sebagai Koordinator Data Internal LPM Solidaritas.

Sumber gambar: http://kisahmuslim.com

Comments

comments

Leave a Reply