Imam Nahrawi, Menpora Indonesia Raih Gelar Kehormatan Dari Uinsa

Uncategorized

Solidaritas-Kamis (14/09) Rapat terbuka Senat UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya  digelar untuk memberi penganugerahan gelar kehormatan  Doctor Honoris Causa (Dr. H.C) kepada Imam Nahrawi. Penganugerahan ini dilaksanakan di Gedung Sport Center and Multipurpose UINSA. Alumni yang tercatat sebagai Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UINSA yang lulus pada tahun 1998 ini lulusan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ketika masih aktif menjadi mahasiswa di kampus, cita-cita Menpora sebenarnya ingin menjadi seorang guru, namun keaktifannya di organisasi membuatnya berbelok ke dunia poitik hingga akhirnya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI,

Sebelum pemberian gelar Honoris Causa yang dipimpin oleh Ketua Senat UINSA, Ahwan Mukarrom, Menpora terlbih dahulu mempresentasikan orasi ilmiah bertajuk “Jihad Kebangsaan, Peran Pemuda dalam Konteks Keislaman dan Keindonesiaan,” dalam orasinya Menpora banyak menyinggung tentang para pemuda yang memiliki peran penting bagi agama, masyarakat dan bangsa.  “Melihat tantangan dan ancaman pemuda yang sedemikian besar dan berat, tidaklah cukup kiranya hanya mengambil langkah-langkah biasa. Tidak cukup hanya bekerja dengan cara–cara biasa. Diperlukan effort yang cukup besar,  strategi yang lebih jitu, kesunggguhan  hati yang luar biasa,” tuturnya. Menpora menyebutnya dengan istilah “Jihad Kebangsaan Pemuda” selain itu Socmed juga berpengaruh besar untuk peradaban pemuda. Dengan Socmed, pemerintah bisa mensosialisasikan program-programnya serta berinteraksi  langsung dengan publik dalam memperkuat konten-konten positif di Socmed.

“Perlu ditegaskan bahwasannya penganugrahan gelar Doktor bapak Imam Nahrowi tidak serta merta(karena alumni UINSA, Red), tapi melalui kajian yang mendalam, beliau mempunyai komitmen pemberdayaan pemuda melaui  nilai-nilai keislaman dan jendela kebangsaan,” ucap Rektor UINSA.  Salah satu pemberdayaan yang telah digagas Imam Nahrowi adalah pemuda mandiri, sekolah kewirausahaan dan semua itu bungkus dengan nilai-nilai agama, Imam Nahrowi dari pidato. Rektor UINSA menanggapi positif dengan gagasan Menpora, “Hal semacam itu sangatlah bagus, karena dapat meningkatkan integritas pemuda, apalagi jika mampu berjalan selama sepuluh tahun kemudian, maka Indonesia akan menjadi lebih maju.” Ungkapnya.

Rektor juga menambahkan, penobatan gelar Imam Nahrowi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan Imam yang menjadi menpora, melainkan lebih mengosentrasikan kepemudaan dan keagamaan. Dan penobatan tersebut juga hasil rekomendasi dari masyarakat, kemudian diajukan ke Ketua Senat UINSA, setelah itu pihak birokrat kampus melacak kinerja Imam Nahrowi melalui karya-karyanya. Terakhir kinerja Imam Nahrowi masih diuji kelayakannya oleh Dikjen Pendis Independen.(gan/nor)

Comments

comments

Leave a Reply