Hari Terakhir PKK-MB Bersama Sang Motivator

Berita Kampus, CORET, Liputan Khusus

Solidaritas-uinsa.org—Mahasiswa UINSA tahun ajaran 2017/2018 serentak mengikuti acara penutupan PKK-MB yang dilaksanakan di Gedung Sport Center and Multipurpose(31/8). Acara dibuka dengan motivasi dari Sultoni, motivator dari Malang yang sekarang menjadi dosen di Universitas Negeri Malang.

Satu bulan sebelum PKK-MB, Sultoni sudah dihubungi oleh pihak UINSA. Ia menggunakan model entertainment untuk memotivasi peserta PKK-MB dengan memasukkan unsur musik, film,dan interaksi. Ia menampilkan video para atlet difabel yang tetap bisa meraih prestasi, meskipun mereka memiliki kekurangan. Ditengah acara, ia menginstruksikan seluruh  peserta PKK-MB untuk mengangkat kedua tangannya dan menyuarakan “Aku harus sukses” dengan suara yang lantang, agar tertanamkan dalam diri mereka semangat untuk sukses.

Semua peserta menyalakan flash handphone-nya lalu mengangkatnya keatas, sehingga ruangan Sport Center and Multipurpose dipenuhi cahaya lampu yang terang seperti bintang. Diakhir acara, diputarkanfilm KuchKuchHota Hai dan seluruh peserta berdiri untuk menari bersama-sama sesuai dengan instruksi dari Sultoni.

Di setiap acara yang diisi, dia selalu menggunakan konsep ikan yang mana kepala adalah target, duri sebagai strategi, sirip kanan-kiri sebagai manfaat-kekurangan, dan yang terakhir ekor sebagai momentum. Untuk mengambil momentum yang singkat tapi berpengaruh dahsyat, ia menggunakan media lagu Bunda sehingga sebagian mahasiswa meneteskan air mata, karena teringat perjuangan orang tua mereka agar bisa menyekolahkan hingga tingkat perguruan tinggi.

Selain itu, setiap acara motivasi, ia menggunakan metode yang berbeda tergantung dari model acara yaitu target dan manfaat acara. Namun, masih tetap menggunakan konsep kerangka ikan. “Kita harus belajar lebih giat lagi dan banggain orang tua,” ujar Shofi Hadi Wardhana, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosisologi. “Sama sih, kita harus sukses, banggain orang tua, dan berguna bagi nusa dan bangsa,” ungkap Umi Lailatul mahasiswa Prodi Sosiologi.

“Aku kalau dengerin motivasi gitu, ntar habis acara langsung lupa,” terang Shofi sambil ketawa. Hal yang sama diungkap oleh Lailatul, “Aku sih kalau habis dengerin motivasi, biasanya bertahan satu hari, memang motivasi itu penting tapi akan lebih jika berasal dari diri kita sendiri,” ujarnya. (isn/jhn/nes)

Comments

comments

Leave a Reply