Eksistensi Korean Pop di Indonesia

Galeri Foto, Kolom, Liputan Khusus, Refleksi, Umum

Oleh : Rofi’atul Azizah

Sejak lama Kpop atau Korean Wave membuming. Menunjukkan esistensinya di music card dunia. Berawal tahun 2009 dimana boyband ternama Super Junior asuhan SM Entertaiment, memperkenalkan wajah K-pop kepada Indonesia dengan single berjudul “Mr. Simple” dan “No others”. Berlanjut ke agensi lainnya, seperti YG Entertaiment dengan “Bigbang”, JYP production dengan “Wonder Girls”, dan masih banyak lagi yang lainnya. Wajah tampan dan cantik, suara merdu diimbuhi dengan dance yang menarik, membuat banyak orang berpaling dan menyukai K-pop.  Seiring bertambahnya waktu, K-pop semakin menjulang kepopulerannya. Semakin banyak pula boyband dan girlband baru yang mewarnai tangga lagu di Korea, seperti “Girls Generation (SNSD)” dan “EXO” dari SM Entertaiment. JYP Production dengan  “2AM”, “2PM” dan “Miss A”. Ditambah dengan “2NE1” dan “Winner” dari YG Entertaiment.

Dominasi K-pop semakin jelas terlihat saat konser pertama “SMTOWN” yang digelar oleh agensi SM Entertaiment di Indonesia. Tiketnya terjual habis dalam waktu singkat. 3500 pengemar memenuhi bandara Soekarono Hatta saat para artis SM Entertaiment memasuki pintu kedatangan. Dengan mengusung tema “SMTOWN Live World Tour III”, para artis korea ini menyuguhkan aksi yang mengangumkan. Bertempat di stadion terbesar di Indonesia, Gelora Bung Karno. Dihadiri oleh sederet artis SM Entertaiment seperti “Kangta”, “BoA”, “TVXQ”, “Super Junior”, “Girls Generation”, “SHINee”, “f(x)”, dan “EXO”. Event itu disebut berhasil mengumpulkan sekitar 50 ribu penonton. (dilansir allkpop.com.)

Dampak yang ditunjukkan, secara langsung, para peminat musik terutama remaja beralih menyukai lagu-lagu korea dan hal-hal lain yang menyangkut idolanya. Seperti pernak-pernik dari sang idola, makanan khas korea sampai barang elektronik. Mereka akan berusaha untuk menunjukkan identitas ke-Korea-an mereka lewat produk-produk yang mereka gunakan. Korean Wave mampu mempengaruhi pola hidup dan cara berpikir masyarakat indonesia. Sedangkan secara tidak langsung, budaya korea masuk ke Indonesia. Perubahan gaya berpakaian dan penggunaan bahasa korea dalam percakapan sehari-hari menjadi salah satu contohnya. Di sisi lain, muncul drama-drama korea yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta indonesia, melihat tingginya permintaan akan hal yang menyangkut negeri ginseng ini.

Disadari atau tidak demam Kpop sangat membantu perekonomian Korea Selatan dalam sektor pariwisata. Tidak heran kalau pemeritah Korea selatan berani mengucurkan dana besar untuk produksi film, drama, dan vidio klip. Semua terbukti dengan kesuksesan yang meroket pada sektor pariwisata. Pihak korea mendapatkan keuntungan besar untuk setiap konser, film, dan drama yang ditayang oleh setiap negara. Belum lagi dengan produk industri yang dihasilkan. Penyebaran pengaruh Korean Wave bukan hanya meningkatkan perekonomian negara tapi juga peluang untuk melaksanakan pertukaran budaya, meningkatkan interaksi budaya tetapi juga menjadi sarana untuk melegalkan ideologi Korea agar mudah diterima dunia Internasional. Secara tidak langsung Indonesia sebagai masyarakat yang konsumtif merupakan pasar terbesar sebagai target market Korean Wave.

Solusi yang ditawarkan adalah selektif dan adil. Selektif dalam memilah mana budaya yang harus diterima dan membawa keuntungan bagi bangsa sendiri. Bukannya malah memperkaya negara lain. Indonesia juga memiliki banyak boyband, gilrband dan bandband ternama. Wali, Setia Band, Kangen Band, NOAH termasuk bandband ternama yang juga punya segudang prestasi dalam ranah musik indonesia. Banyak peluang yang dimiliki Indonesia untuk membuat sektor pariwisata menjadi daya tarik tersendiri bagi mancanegara. Budaya yang beragam, tempat-tempat yang mendukung untuk pembuatan drama atau film, dan aktor yang mumpuni. Selain bersikap selektif kita juga harus bisa bersikap adil. Adil disini, kita bisa berusaha untuk menyukai keduanya. Sebenarnya tidak ada hak yang mengekang tentang pelarangan menyukai dunia Kpop, menyukai atau tidak adalah hak setiap orang tapi pembatasan harus dilakukan oleh orang yang menyukai Kpop. Tidak akan ada ruginya bagi kita untuk menyukai karya bangsa sendiri. Dan Indonesia seharusnya sadar untuk memberikan peluang lebih banyak pada musisi tanah air untuk mengembangkan bakatnya. Meraih popularitas sama seperti artis Korea. Mencontoh kreativitas dan semangat berkompetisi yang ada di Korea. Tapi perlu digaris bawahi mencontoh bukan berarti menjiplak karya bangsa lain. Indonesia punya beribu-ribu authors yang siap mengembangkan kreativitasnya untuk membuat naskah film, drama ataupun vidio klip yang berkualitas.

 

Comments

comments

Leave a Reply