DEMA FTK Palsukan Instruksi Dekan

Berita Kampus, CORET

Solidaritas-uinsa.org (CORET) — Senin (29/08) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UINSA melarang seluruh awak media melakukan peliputan di FTK tanpa mengajukan izin. Berkenaan dengan larangan tersebut, Solidaritas segera mengajukan surat izin liputan ke panitia bersangkutan. Surat balasan dari panitia diberikan sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Surat balasan tersebut berisi instruksi Dekan FTK yang menegaskan bahwa seluruh awak media tidak boleh melakukan peliputan tanpa izin. Sehingga seluruh awak media tidak diperbolehkan masuk ke lokasi kegiatan PKK-MB. Karena, dalam surat balasan tersebut tidak dijelaskan harus izin ke siapa dan siapa yang berhak memberikan izin media melakukan liputan. Dan panitia lah kemudian yang memiliki kuasa mutlak menentukan hal tersebut.

Berkaitan dengan surat balasan yang berisi instruksi dekan tersebut, keesokan harinya, Selasa (30/8) Solidaritas melakukan klarifikasi ke pihak Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Ali Mudlofir. Ketika ditemui di sela rapat, Ali Mudlofir menegaskan tidak pernah memberikan instruksi kepada DEMA untuk melarang awak media melakukan peliputan di acara PKK-MB Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Ndak, ndak pernah. Tidak ada instruksi (untuk melarang media massa meliput). Itu hanya klaim mereka. Kebenaran harus diungkap, kalau ada pungutan liar, kalau ada pelanggaran dari panitia harus diungkap. Itu tugas media. Silakan,” tegas Ali Mudlofir, Dekan FTK ini.

Setelah mendapat klarifikasi dari Dekan tersebut, Solidaritas melanjutkan peliputan di FTK meski tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan. Panitia tetap tidak memberikan izin bagi awak media untuk memasuki ruang kegiatan.

Sekitar pukul 09.45 WIB panitia PKK-MB FTK kemudian melakukan tindakan represif kepada Solidaritas. Tiga kru Solidaritas yang melakukan liputan di FTK menerima intimidasi dari pihak panitia. Sekitar dua puluh orang panitia mengerubungi kru Solidaritas dan memaksa mereka untuk menghapus foto-foto hasil liputan. Bahkan handphone salah satu kru yang digunakan untuk mendokumentasikan acara, diambil secara paksa untuk dihapus.

Selain itu, para kru juga mendapat tindak kekerasan secara verbal. Mereka dibentak dan mendapat pemaksaan agar menyerahkan kamera yang digunakan untuk dokumentasi. Tindakan ini merupakan pembungkaman terhadap keterbukaan informasi dan kebebasan berekspresi yang tercantum dalam UUD 1945 hasil amandemen. Tepatnya pada pasal 28 E ayat 2. Juga dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM pasal 22 ayat (3).

Terlebih lagi, Dekan FTK juga meminta kepada awak media, terutama pers mahasiswa untuk turut serta mengawal pelaksanaan PKK-MB. “Pers Mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk mengawal pelaksanaan PKK-MB,” terangnya. (ftr/wij)

Comments

comments

One thought on “DEMA FTK Palsukan Instruksi Dekan

  • gmn nih uinsa kog tambah gini…tolong dong mhasiswa hrus sadar sdah jd maha kog gtu…
    ayo solidaritas jgn berhnti tuk mliput…

Leave a Reply