3th UINSA Muticultural Day Mengajak Peserta Memaknai Pancasila Secara Konstektual

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org – Rabu, (11/10) Acara tahunan UINSA Multicultural Day (MD) sudah kali ketiga di selenggarakan oleh International Office (IO) dan  UINSA Student Forum (USF) di Auditorium UINSA. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.20 WIB ini mengundang Aprinus Salam dan Anita Wahid, putri dari mantan Presiden Gus Dur sebagai pemateri.

Acara dibuka dengan penampilan angklung Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), selanjutnya sambutan oleh ketua panitia, ketua USF dan Rektor UINSA, Abdul A’la sekaligus pembukaan simbolik berupa pelepasan balon ke udara. Sayangnya, Alisa Wahid tidak bisa hadir dikarenakan mendapat panggilan mendadak dari Dirjen Bimas Islam dan digantikan dengan adiknya yaitu Anita Wahid.

Acara ini dimeriahkan dengan 10 Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) dari 15 Ormada yang mendaftar. Kesepuluh Ormada yang berhasil lolos seleksi pemberkasan, penampilan, dan komitmen keikutsertaan MD. Terdiri dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya Aceh, Jabodetabek, Bojonegoro, Ponorogo, Nganjuk, Ngawi, Kediri, Tuban, serta Mahasiawa Thailand dan Malaysia yang turut serta memeriahkan acara ini.

Tema acara 3th UINSA Multicultural Day kali ini adalah Unity in Diversity of Culture yang semakna dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, bertujuan mempererat persatuan bangsa mulai dari ranah kampus sendiri. “Berasal dari isu yang sedang marak diperbincangakan, karena adanya perbedaan, kekacauan pun terjadi. Hal ini jauh berbeda dengan harapan para pahlawan untuk menjadikan keberagaman sebagai pengikat perbedaan,” jelas Verinda Alfiani, Ketua Pelaksana MD.

Verinda menambahkah acara MD telah di persiapkan sejak bulan Juni lalu sehingga tidak ada kendala dan bisa dikatakan sukses. “Kesulitannya sedikit, tidak terlalu krusial karena kita saling membantu dan kompak,” ungkapnya saat diwawancari oleh kru Solidaritas.

Mahasiswa SAINTEK ini juga berharap UINSA bisa mengadakan acara-acara yang serupa dengan hal seperti kali ini (bertema budaya, Red), agar memberi warna baru pada kampus. “Selain itu saya berharap di kampus kita bisa mencontoh kampus-kampus yang lain dalam menyelenggarakan acara yang berkenaan dengan budaya seperti festival Jepang atau semacamnya,” imbuhnya.

Para peserta yang mengikuti acara MD mengaku puas dengan adanya acara ini, “Bagus sih, semoga sebagai mahasiswa kita bias lebih tau pancasila tidak secara tekstual tapi kontekstual,” ujar Yulia Yuanita, salah satu peserta. (ki/gan)

Comments

comments

Leave a Reply