228 Kursi Baru untuk Penuhi Ruang Perkuliahan FSH

Berita Kampus

Solidaritas-uinsa.org—Beberapa waktu lalu (medio Juli-Agustus 2017) jika memasuki gedung lantai 4 yang berada tepat di belakang Twin Tower, kita akan mendapatkan deretan kursi terbungkus plastik memenuhi ruang tunggu fakultas yang berada di lantai 1. Kini, 228 kursi itu telah memenuhi 3 kelas, juga Aula di lantai 4 Gedung Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UINSA yang rencananya akan digunakan sebagai ruang perkuliahan. Pengadaan kursi tersebut untuk memenuhi kebutuhan kelas yang masih belum memiliki kursi di tahun kedua gedung FSH digunakan, seperti yang diberitakan Koran Beranda (edisi April-Mei 2017).

Sebelum pengadaan dilaksanakan, mahasiswa FSH yang menempati ruang kelas tersebut duduk di bawah beralaskan karpet. Adanya hal ini (kelas tanpa kursi, Red), mendapat tanggapan dari Khairul Ulum, selaku Kepala bagian (Kabag) umum FSH, “Bukan kurang kursinya, tapi mahasiswanya yang kelebihan.” Khairul Ulum ketika ditemui di ruangannya juga menjelaskan pada awal pembangunan Gedung FSH dulu memiliki permintaan awal setiap kelas hanya diisi 25 mahasiswa, ini sesuai dengan standar pendidikan. Ketika pembangunan gedung FSH selesai, dan kursi pun sudah disediakan sebanyak 25 kursi untuk setiap kelas, yang terjadi justru sebaliknya, satu kelas diisi sebanyak 40 mahasiswa. Sehingga selanjutnya mahasiswa saling menyeret kursi dari kelas satu ke kelas yang lain. “Daripada setiap hari harus seret-seretan kursi, sekalian semua kelas diisi penuh sebanyak 40 kursi. Akhirnya ada kelas kosong dan gelar karpet,” imbuh Khairul Ulum.

Pihaknya juga menjelaskan telah tiga kali mengajukan permohonan pengadaan kursi ke Kabag Umum UINSA. Pengajuan itu dipenuhi dengan adanya pengadaan 280 kursi dan itu dirasa sudah memenuhi ruang kelas yang kosong. Namun ternyata ada penambahan kuota mahasiswa perkelasnya, “Sekarang mintanya satu kelas itu diisi 46 orang. Akhirnya kita tambah kursi lagi. Minta ke pusat lagi (Kabag Umum UINSA, Red),” jelas Khairul Ulum.

Ketika ditanya perihal mengapa terjadi penambahan kuota mahasiswa perkelasnya, Khairul Ulum tidak tahu-menahu tentang masalah ini, “Kalau masalah ini ya saya tidak tahu. Jenengan (anda, Red) bisa tanya ke Wakil Rektor I. Tapi menurut sebuah penelitian, 40 orang itu saja sudah tidak intensif. Bukan 40, 35 orang saja sudah tidak intensif kalau diumpel-umpel begini saya yakin yang belakang itu sudah tidak konsentrasi” pungkasnya kepada Solidaritas (18/8).

Mengenai terpenuhinya kursi untuk ruang kelas di FSH ini, Saifur Rahman, Mahasiswa semester 5 Prodi Hukum Tata Negara FSH, mengapresiasi. “Dengan datangnya kursi baru tersebut menurut saya bagus. Supaya kegiatan belajar mengajar lebih kondusif bagi ruangan yang selama ini tidak ada kursinya. Dan hal itu juga sebagai pemenuhan terhadap hak-hak mahasiswa yang terabaikan,” jelasnya kepada Solidaritas melalui Whatsapp. (ard/dee)

Comments

comments

Leave a Reply