Puisi

/1/

Pedang terhunus dari mulut sang pelurus. Derap kaki para prajurit tak gentar mengekor lurus. Cacian, makian, dalil pembenaran, menggelegar seantero negeri.

 

/2/

Penghunus pedang terus berlari. Pembawa tombak tak segan menghadapi. Darah kedamaian tercucur bersih. Ketentraman terluka lagi.

 

/3/

Dimana para pelipur lara? Anak bangsa sedang sengsara. Salah bicara kami terpenjara. Mengaku berbeda, kami terluka.

Ayah Ibu tolong kami, mana negeri damai penuh toleransi? Kami perlu bantuan di sini, bukan cemoohan saling menggurui.

 

/4/

Mari tolong dampingi kami, perbaiki negeri yang sakit ini. Berbeda pun kami tak merugi, asal satu, kami di sini.

 

“Perbedaan satukan kita, anak bangsa yang sarat mimpi, hidup damai satu nusantara”

 

-sanju

 

sumber gambar: soclipart.com

*Nur Sakinatul Jannah, Penulis kelahiran Sidoarjo, aktif sebagai Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tabiyah dan Keguruan UINSA.

 

Comments

comments

Leave a Reply